Total Tayangan Halaman

Kamis, 17 November 2016

JUMAT SEHAR CERIA

Selamat hari jumat teman-teman.....
Sudahkan berolahraga minggu ini? Mari senam bersama....


         Senam pagi memang kegiatan rutin yang dilakukan oleh daqu school semarang untuk membiasakan anak berolahraga paling tidak dua minggu dua kali. Kegiatan senam bersama ini sebelumnya diawali dengan sholat dhuha bersama. Selalu ya...sebelum beraktifitas laporan dulu sama yang punya waktu, yang punya hidup, dan yang mengatur kehidupan. Lantas apa yang berbeda dengan Jumat ini?
          Jumat ini rupanya ada kegitan minum susu bersama usai senam. Salah satu produk susu coklat ternama hari ini memberikan promo bagi anak-anak untuk minum susu bersama secara gratis. Acara ini disambut sangan antusias oleh anak-anak. Meskipun mereka sebenarnya di rumah pun terbiasa minum susu. Namun begitu kebersamaan itu mahal harganya.
          Promo yang dilakukan oleh produk susu tersebut memang bertujuan untuk mengenalkan pada anak untuk membiasakan minum susu sebagai suplemen tambahan, karena aktivitas mereka yang tinggi. Kegiatan ini memang kami dukung, selain untuk kesehatan, kecukupan akan gizi juga akan membantu mencerdaskan anak bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pada anak mengenai sedekah hari jumat dimana pahala akan dilipat gandakan. Sebenarnya kami membuka peluang bagi siapapun untuk berbagi di hari jumat. Dan kami berharap kegiatan minum susu bersama ini tidak hanya dilakukan satu semester sekali atau satu bulan sekali. Kalau perlu bahkan setiap hari jumat diadakan senam bersama dan minum susu bersama. 

Ayo ayah bunda, kita dukung kegiatan ini dengan cara berbagi di hari jumat. 

Selamat hari Jumat....   

Rabu, 16 November 2016

Daqu Camp Banyumili





Kegiatan daqu camp merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh pihak sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih jiwa kepramukaan, kepemimpinan, kemandirian dan kerjasama. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 4-6 kali ini dilakukan di Banyumili, Salatiga. Meski cuaca sedang tidak bersahabat, namun itu tidak mengurangi semangat anak-anak untuk belajar di alam terbuka.
Banyak kegiatan yang dilakukan selama camp, diantaranya games, pemantapan mengenai Daqu Methode, penjelajahan, sholat berjamaah, dan lain-lain. Games dan penjelajahan merupakan kegiatan yang paling dinanti anak-anak, karena banyak keseruan dan persaingan yang sportif di dalamnya. Materi baru yang diajarkan pada kegiatan ini salah satunya adalah cara menaksir tinggi suatu benda. Anak-anak sangat antusias dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh kakak pembina pramuka.

Yang disayangkan pada kegiatan kali ini adalah anak-anak gagal tidur di dalam tenda. Menjelang siang cuaca mulai tidak bersahabat. Tenda yang sudah didirikan terguyur hujan deras, sehingga kegiatan pun terpaksa dilakukan secara in door. Alhamdulillah, meski hujan sangat deras tapi tidak berlangsung lama, 2 jam kemudian anak-anak dapat melanjutkan kegiatan kembali di luar ruangan dengan kesegaran yang berbeda. Dan kegiatan berlangsung lancar hingga akhir acara. Bahkan upacara dan api unggun yang tahun kemarin gagal diadakan karena hujan yang mengguyur, kali ini berlangsung dengan khidmad dan meriah, dan anak-anak pun dapat menikmatinya. 

Senin, 14 September 2015

“Ritual Hajj” Siswa – Siswi DaQu School Semarang

Labbaik Allahumma Hajja
Labbaiik, Allahumma labbaiik, Labbaiikala  Syarii kalak labbaiik

 Innal hamda wa nikmatalak wal mulkaLak syarii kalak


   Dengan semangat siswa-siswi DaQu School Semarang mengumandangkan Dzikir dan Talbiyah seperti yang dilakukan jama’ah haji. Selasa, 15 September 2015 siswa siswi daQu School Semarang mengadakan kegiatan “Ritual Hajj”. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah ini bertujuan memberikan pengalaman bagi siswa mengenai praktik ibadah haji, selain itu juga memberikan motivasi agar anak-anak mempunyai niatan yang kuat untuk melakukan Ibadah Haji ketika dewasa kelak.



     Kegiatan “Ritual Hajj” ini dimulai dengan sholat dhuha bersama, kemudian penjelasan teknis mengenai ibadah haji dimulai dengan memakai ihram, pembagian kloter dan niat haji. Kegiatan yang diikuti oleh kelas 1-6 ini didampingi oleh wali kelas dan para guru yang membimbing dengan sabar, mulai dari Thowaf (berkeliling Ka’bah) mencium Hajar Aswad dilanjutkan Sa’i dengan lari – lari kecil diantara Sofa dan Marwa, wukuf di Arafah, mencari batu kerikil untuk persiapan lempar Jumroh dan Tahalul atau memotong rambut serta diakhiri dengan pembagian kurma dan minum zam zam. Salah satu siswa Berliana merasa senang bisa ikut “Ritual Hajj” selain karena kebersamaan dengan teman-teman, dia juga mengatakan kelak kalau menunaikan ibadah haji sudah punya gambaran, selain itu juga tahu tentang sejarah nabi ibrohim lewat khutbah yang disampaikan guru.








Kamis, 07 November 2013

kenalan dulu yuk ^_^

Ada yang belum kenal daQu??

Tidak ada yang istimewa dengan kami hehe. Kami hanya sekolah biasa selayaknya sekolah-sekolah yang lain, yang punya kelebihan dan kelemahan. Seperti halnya sekolah lain yang punya program-program unggulan, yang punya murid dengan berbagai macam karakter seperti halnya gurunya hehe.

Kami hanya ingin mengenalkan keseharian kami saja. Kegiatan kami dimulai dari pukul 07.00 WIB- selesai. Ouw iya, perlu diketahui dulu, kali ini kami ingin menceritakan untuk yang Sekolah Dasar dulu, episode berikutnya mungkin KB-TK atau bahkan untuk SMPnya yang baru dibuka untuk tahun ini di Ungaran. Kegiatan anak-anak dimulai dengan sholat dhuha, yang paling tidak 8 rakaat. Selain untuk menerapkan yang namanya "daQu Method', anak-anak diharapkan laporan dulu sama Yang Maha Pencipta supaya kegiatan satu hari nanti mendapat rahmatNya. Ba'da sholat dhuha dilanjutkan dengan doa bersama dan membaca salah satu dari al ma'tsurat (Al Waqiah, Ar Rahman, Yasin, atau Al Mulk). Budaya saling mendoakan inilah yang sedang kami kembangkan, karena kita ga pernah tahu doa siapa yang akan diijabah oleh Allah SWT. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan asmaul husna. Selesai anak-anak menyelesaikan rangkaian kegiatan tersebut yang disebut dengan"opening" dilanjutkan dengan kegiatan tahsin dengan metode qiroati, dan berlanjut dengan kegiatan tahfidz untuk menghapal sesuai dengan target masing-masing anak.

Kegiatan-kegiatan keagamaan memang sengaja diataruh di awal kegiatan belajar, untuk menanamkan ketauhidan kepada anak-anak. Ketauhidan juga berusaha ditanamkan ke dalam setiap mapel yang diajarkan. Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar sesuai mapel masing-masing selayaknya sekolah lain hingga waktu sholat dhuhur. Karena di samping sekolah ada mushola, anak-anak dibiasakan untuk sholat berjamaah disana. Sholat tepat waktu diawal waktu. Jadi, seluruh kegiatan diharapkan berhenti saat adzan baik dhuhur maupun ashar, karena anak-anak pulang ba'da ashar. Selesai shalat dhuhur anak-anak dibiasakan untuk membaca Al-Qur'an (murojaah) barang beberapa menit atau bahkan menambah hafalannya. Dilanjutkan dengan kegiatan makan bersama, dimana mereka belajar bagaimana adab makan yang baik, dan berusaha untuk mengenal (menyukai) berbagai macam sayuran, karena pada dasarnya anak-anak jaman sekarang lebih menyukai makanan-makanan fast food. Selesai kegiatan makan siang, anak-anak beristirahat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar lagi hingga ashar. Satu hal yang mungkin perlu teman-teman ketahui, kegiatan makan siang ini untuk setiap hari senin dan kamis hanya diikuti oleh kelas 1 sampai kelas 3, karena untuk kelas 4-6 mulai diajarkan atau dibiasakan untuk berpuasa sunah senin-kamis.

Ini yang mungkin bisa kami ceritakan mengenai gambaran kegiatan sehari-hari di daQu School. Bagi teman-teman yang ingin lebih tahu jauh mengenai kegiatan kami bisa langsung datang saja di sekolah kami yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 153 (Gergaji Pelem) Semarang.  Atau bisa menghubungi kami di 024-8310133. Salam kenal dari kami.....^_^




Jumat, 23 November 2012

Tadabur Alam


Tanggal 15-16 November 2012, daQu School telah menyelenggarakan kemah perdana yang bertema “Tadabur Alam DaQu School”. Kegiatan ini dilangsungkan di bumi perkemahan Karanggeneng Gunung Pati yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 2 sampai dengan kelas 5. Kegiatan pramuka pertama yang diadakan di luar lingkungan sekolah ini dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok siaga yang (tidak bermalam) dan kelompok penggalang (bermalam). Para siswa dan siswi begitu antusias karena ini adalah kegiatan perdana mereka.
 
Kegiatan Tadabur Alam diisi dengan berbagai macam acara diantaranya pesta siaga yang berisi berbagai macam game yang dibagi ke dalam beberapa pos, tradisional game, movie corner, olahraga dan senam, penjelajahan alam serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk melatih kepemimpinan dan kemandirian anak. Selain berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kepramukaan, Tadabur Alam juga diisi dengan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaan, tahsin dan tahfidz, festival muharam karena bertepatan dengan tahun baru hijriah, dan lain-lain. 

  Yang unik dari kegiatan Tadabur Alam adalah adanya kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik untuk dilaksanakan di alam bebas.  Sebagai contoh, pada acara api unggun, yang biasanya dilakukan dengan menyanyi dan pertunjukan seni lainnya, pada kegiatan ini DaQu mengemasnya dengan kegiatan lain. Acara api unggun selain diisi dengan pembacaan dasadarma pramukan, didakan juga festival muharam yang berisi lomba-lomba seperti membaca Qur’an dan sari tilawah, berkreasi dengan stik es krim, dan lomba-lomba yang mengasah kreativitas lainnya serta pembacaan komitmen secara bersama yang berisi tentang janji untuk tidak meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu yang bertujuan untuk mengingatkan anak agar senantiasa menjaga shalatnya dimanapun dia berada dan dalam keadaan apapun, amin. Selain itu, kegiatan jurit malam yang biasa dilakukan dalam kegiatan pramuka juga diganti dengan kegiatan shalat malam muhasabah bersama.

Meski kegiatan berlangsung dengan jadwal yang padat, anak-anak menikmatinya dengan tanpa keluhan. Mereka terlihat senang dan berharap bahwa kegiatan ini akan diadakan secara berkala. Pada akhir acara, ditutup dengan kesepakatan bersama bahwa kegiatan Tadabur Alam akan diadakan lagi dengan catatan anak-anak menepati komitmen yang telah diucapkan.

Minggu, 12 Agustus 2012

Pesantren Rmadhan

Pesantren Ramadhan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh siswa-siswi daQu School setiap tahunnya sebagai penutup kegiatan belajar mengajar sebelum libur lebaran. Tahun ini, kegiatan menginap di sekolah diadakan lebih singkat, hanya dua hari satu malam, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu tiga hari dua malam.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter anak, supaya selama libur tidak meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan seperti shalat awal waktu, murojaah hafalan surat dan lain-lain yang semuanya dikemas dengan tema "having fun". Anak-anak begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan ada yang berencana untuk tidak tidur selama menginap.

Beberapa materi seperti akidah, fiqih dan game disampaikan dan dibimbing oleh para guru. Dan yang paling berkesan adalah kegiatan shalat malam dan muhasabah. Banyak anak-anak yang menangis baik muslim maupun muslimah. Seorang guru berkomentar "Sungguh, kalau bukan karena hati yang digerakkan oleh Allah, anak-anak yang tidak berdosa ini tidak akan menangis sesenggukan". Subhanallah. Satu anak bercerita kepada missnya ketika makan sahur.
"Miss, aku tadi nangis"
"Ouw..Subhanallah"
"Aku juga nangis Miss" yang lain menimpali dengan polosnya
"Habisnya sudah ga bisa nahan miss. Yang pertama vina nahan nangis, yang kedua juga berusaha nahan nangis, tapi lama-lama airmatanya keluar sendiri",
"Vina takut, kalu pulang nanti tidak bertemu mama sama papa lagi"
Sang guru menimpali dengan candaannya, "Vina nanti juga ga ketemu mama papa, karena sembunyi di kamar mandi."
"Ahhh...Miss..." mereka pun tertawa bersama.

Kamis, 19 Juli 2012

Menyambut Ramadhan



Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti oleh umat muslim di seluruh dunia. "Marhaban Ya Ramadhan", kini bulan itu datang lagi, bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Meski untuk tahun ini ada perbedaan keyakinan untuk mengawali Ramadhan, tapi semua itu tidak menyurutkan semangat untuk menyambut bulan yang penuh berkah.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh siswa-siswi daQu School adalah mengadakan Tarhib Ramadhan, yaitu kegiatan berkeliling daerah sekitar sekolah untuk mengajak masyarakat sekitar bersama-sama menyambut Ramadhan. Kegiatan kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena tarhib kali ini dimeriahkan pula oleh rebana dari kakak-kakak kelas 4 dan kelas 5.

 
Berbagi kurma dan bunga manggar merupakan salah satu tradisi dalam tarhib di daQu School. Kegiatan berbagi ini memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk senantiasa bersyukur atas rizki yang diberikan Allah dan berbagi kepada sesama. Selain itu, kurma yang diikatkan pada bunga manggar menjadi salah satu cara menarik bagi adik-adik TK untuk ikut bergabung dalam kegiatan tarhib bersama kakak-kakak SD.

Dan kami, seluruh keluarga daQu School mengucapkan "Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,  mohon maaf lahir dan batin".

Sabtu, 21 Januari 2012

SELEKSI ALAM SELEKSI IMAM




            Siang  jumat itu seperti biasa, semua muslim di daQu School menghilang dari peredaran alias shalat Jumat. Waktu menunjukkan pukul 12.15 WIB, waktunya anak-anak muslimah menunaikan shalat dhuhur. Biasanya aku dibantuin temen-temen muslimah untuk menggiring anak-anak ke mushola, tapi kali ini entah kenapa semuanya ikut menghilang. Yang tersisa hanya satu teman di bagian keuangan dan satu teman di PPPA. Ah ya sudahlah, toh tidak ada masalah bagiku untuk meng’handle’ semuanya.  
            Teeeeeeeetttttttt...........bel sekolah aku bunyikan, hanya sebagai tanda untuk segera menuju ke mushola. Satu per satu mereka menuju ke mushola, alhamdulillah tak perlu mengingatkan karena kali ini tidak ada anak yang bersembunyi atau berniat menunda shalat karena asyik bermain.
“Siapa imamnya hari ini?” seru salah satu anak. Ya, setiap hari jumat anak-anak yang bergantian menjadi imam untuk teman-teman mereka.
“Giliran kelas dua” yang lain menimpali. Sekolah kami karena sekolah baru dan umurnya baru empat tahun, maka secara otomatis baru ada kelas 1 sampai kelas 4, yang tertinggi. Kelas 4 dan kelas 3 sudah kena giliran pada semester awal, dan sekarang giliran kelas 2.
“Absen nomer satu siapa?”
“Aisyah (bukan nama asli)”
Aku hanya memperhatikan saja, dan berniat untuk mengambil wudhu, begitu juga dengan anak-anak yang segera menempatkan sajadah dan mukenanya serta mengambil air wudhu.
Selesai mengambil wudhu aku masuk ke dalam mushola, geli sekaligus bangga menyimak pembicaraan mereka. Si Aisyah yang kena giliran jadi imam sudah bersiap menempatkan diri di posisi imam, tiba-tiba saja beberapa anak kelas 3 dan kelas 4 mencegahnya.
“Aisyah hari ini imamnya kamu?”
“Iya”
“Sudah tau niat jadi imam belum? Coba lafalkan!” pinta anak kelas empat
“Usholli fardhodhuhri arba’a rokaatim mustakbilal kiblati adaan imamal lillahita’ala”, dia melafalkannya dengan lancar. Tapi ternyata tes belum selesai.
“Bacaan sholatnya sudah hafal belum?” giliran kelas tiga yang bertanya.
Belum sempat dijawab kelas empat sudah menimpali, “Coba bacaan tahiyatnya dilafalkan”
Anak kelas empat langsung menembak bacaan tahiyat akhir karena mungkin itu yang sedikit panjang dan biasanya terbolak-balik atau ada yang kelewatan. Aku hanya tersenyum bembaca kekhawatiran mereka, kalau-kalau yang mereka pilih jadi imam ternyata bacaan shalatnya belum hafal atau masih ada yang salah. Lucu juga, anak-anak untuk jadi imam ternyata harus melewati serangkaian tes bacaan shlalat dihadapan teman-temannya. Dalam hati aku bersyukur ternyata mereka paling tidak sudah tahu syarat-syarat untuk jadi imam.
Membaca ekspresi wajah aisyah yang bengong campur mengingat-ingat bacaan ditambah rasa terkejut karena tiba-tiba harus di tes, aku tidak tega hehe. Aku menghentikan niatnya yang hedak melafalkan bacaan tahiyat. Lagipula waktu sudah menunjukkan pukul 12.25 WIB, sebentar lagi para muslim sudah kembali ke sekolah, dan mereka juga belum makan siang. Ya sudahlah, akhirnya satu syarat jadi imam yang biasanya tidak terpenuhi sekarang terpenuhi, yaitu yang sudah baligh.

Minggu, 25 Desember 2011

Pesantren for kids siapa takut !!!!!!!!!!!!!!



‘’Siapa yang mau ikut mabit?’’ Tanya seorang guru kepada anak-anak TK A dan TK B daqu School, kemudian dengan serentak mereka menjawab’’ saya bu guru’’ begitulah jawaban anak-anak yang tampak sangat gembira dengan kegiatan pesantren for kids yang telah diselenggarakan pada tanggal 15 dan 16 desember 2011.


Pesantren for kids adalah salah satu program unggulan KB-TK daqu school yang rutin diadakan setiap empat bulan sekali, karena sesuai dengan visi misi daarul qur’an yang menginginkan setiap anak didik menjadi generasi yang senantiasa gemar mendirikan yang wajib dan menghidupkan yang sunnah, sebagaimana keinginan pembina pesantren dan sekolah daarul Qur’an Ust. Yusuf Mansur bahwa daarul qur’an didirikan sebagai salah satu sekolah alternatif yang mencetak generasi qur’ani.

Diantara tujuan dari kegiatan pesantren for kids adalah melatih kemandirian anak serta mengenalkan kebiasaan shalat berjamaah dan Tahajud dimalam hari, melatih rasa tanggung anak terhadap barang-barang  pribadi yang ananda bawa selama kegiatan pesantren kemudian menstimulasi kecerdasan sosial emosional anak.


Tema pesantren/ mabit (malam bina iman dan taqwa) pada kali ini adalah’’ Menyambut tahun baru hijriah 1433 H’’. Dalam rangka mengenalkan bahwa bagi umat islam memiliki kalender penanggalan tersendiri yaitu berdasarkan perputaran bulan atau dalam bahasa arab terkenal dengan sebutan Qomariah.


Kegiatan mabit kali terasa lebih seru karena didalamnya terdapat  aneka perlombaan yang sarat dengan kegiatan islami diantaranya lomba adzan, membaca cerita, hafalan surat pendek dan terakhir pada pagi harinya ditutup dengan  pawai kelilng sekolah dengan membawa  spanduk bendara dan memberikan kue kering kepada setiap masyarakat yang ditemui dijalan.                                                                                                                                                                

Sabtu, 24 Desember 2011

Tahajud for Kids hemmmm Aku Bisa.....


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHqBDmm0_AoxpnkSy7QvkQ9ts6QTjDC986ETO_WsreYboNf4YZRLV_GxjHDoc4bbXFCPfqbQj2Wmt3_h1z6Z_QAPYIEEsEcF5H0PjBcYIvP9GIW0RjyoUb6e-5Uge0Exvg73zTU7zE4io7/s200/IMG_0066.JPG             “Horeee.....aku bisa bangun malam”, itulah suara anak-anak yang mengikuti rangkaian acara Tahajud for Kids di TK-SD Daqu School Semarang. Dengan antusias setiap peserta mengikuti kegiatan mulai dari sore hingga pagi hari. Serangkaian kegiatan itu dimulai dengan kegiatan opening yang diisi permainan yang menyenangkan, short story, shalat  maghrib dan isya’ berjamaah  serta tidak lupa pula makan malam agar kondisi tubuh tetap terjaga.

              Acara mabit atau yang kali ini bertema “Tahajut for Kids” ini biasa diadakan setiap 3 bulan sekali. Pada kesempatan kali ini, teman-teman SD daQu School tidak hanya sendiri tetapi juga mengajak teman-teman dari beberapa sekolah SD di Semarang, dan mereka semuanya berbaur untuk saling mengenal. Tujuan acara ini adalah untuk melatih anak bersosialisasi dan bekerjasama dengan teman-teman baru, serta mengingatkan anak untuk tetap beribadah selama liburan. 

Dalam kegiatan ini dibentuk 4  kelompok baru  yang terdiri atas beberapa muslim dan muslimah. Adapun nama kelompok  mereka yaitu shalat subuh, shalat asar, shalat maghrib dan shalat isya. Untuk menjaga kekompakan setiap kelompok diwajibkan membuat yel-yel sendiri berdasaraan kreatifitas mereka. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimX_RYVX-BBPYyaEcYIamnPblEwp2Ti-cIfK9x5AnYeULWlEZ3zLb5TcnyY8TRsL95xO7v8LO2-LQdWmiQDuVCz4VFPTs0vnoXmRI0NahriYSDviQvS2pOtr0zEd_jOKk5laCtA9DYWiVy/s200/IMG_0044.JPG Ketika  shalat wajib tiba ananda senantiasa distimulasi untuk shalat sunnah qobliah dan ba’diah yang kemudian dilanjutkan dengan murajaah hafalan juz 30 yang dipimpin oleh Mr. Wahyu. Tepat pukul tiga pagi Waktu Indonesia Barat ananda dibangunkan untuk persiapan kegiatan tahajud yang merupakan kegiatan inti dari event ini.  Walau dengan mata yang sedikit berat, namun anak-anak tetap semangat untuk melakukan keigatan dini hari ini.  Shalat tahajud tujuh rakaat yang terdiri dari empat rakaat shalat tahajud dan tiga rakaat shalat witir dilakukan secara berjamaan dengan khusuk.

   Kegiatan tahajut kemudian dilanjutkan dengan doa dan renungan malam yang dipimpin oleh Mr. Fatur. Untuk menambah kekhusukan peserta, lampu ruang aula sebagai tempat muhasabah dimatikan.  Beberapa anak mulai terdengar menangis karena terharu dan tersentuh oleh doa yang dilantunkan oleh Mr. Fatur. Acara muhasabah berlanjut dengan shalat subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan senam pagi ceria yang diikuti anak-anak dengan gerakan penuh enerjik ’’prok-prok-prok hu ha hahaha’’ bunyi suara tepukan anak-anak diiringi suara penuh semangat terdengar menghiasi situasi pagi hari yang penuh canda dan keceriaan anak-anak.

Yang tidak kalah serunya yaitu adanya beberapa game outdoor antar kelompok dan permainan yang melibatkan seluruh kelompok. Game ini semakin memacu  kekompakan didalam kelompok, sehingga ananda benar-benar mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan kesolidan timnya masing-masing.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU4V3_GCKuIktgcYQFF0F0iDAegKDFvPJJPdxsV-D1bk_xs-izldGKd4sA66O8jhKqfiP3CbAcZEV6M-Mck3-rQUyrIwQqsPLPnn-WFD7Rz50XgTasClLa9qJ6jAFOQFWwPtsVWacanqpF/s200/IMG_0174.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn6WqcsLCk25d1ufDaq-d9nbRJgzgyIsmwYjddLCCA8-tk28N4fvVvJbI7fvMglofSNWH8j8i_to_VreJS3tYHYp03VjjYhSeDvNktC4IezP4MgJiv9S88WSsuvk8_Jp7i8ph3o6Vz_1yK/s200/IMG_0026.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIma0rTDkYGD90WEWzF24eLi9T87Sxh5KWqqSd_hKk9b30u0GpRi4TdlNIaId9lfKD_rs0mOvwlytznrfr1BnL6thyphenhyphenq-0ZuVbUw7O25i8tQsbsyCab960zgdV_WP5Dgl6W_TICny4OYoWL/s200/IMG_0138.JPG

Sabtu, 03 Desember 2011

KISAH MENARA YANG TINGGI



            Belum lama ini masalah kemanusiaan menjadi begitu kacau sehingga umat manusia menyelenggarakan pertandingan besar. Mereka ingin tahu apa profesi terpenting di masyarakat. Penyelenggara acara itu membangun sebuah menara yang sangat tinggi dalam sebuah stadion raksasa dengan tangga terbuat dari emas dan batu berharga. Menara itu sangat indah. Mereka memanggil wartawan, TV, koran, majalah, dan stasiun radio dari seluruh dunia untuk meliputnya.

            Perhatian dunia tersedot ke acara itu. Di stadion oarnag dari seluruh kalangan masyarakat berkerumun untuk melihat perdeabatan dari dekat. Peraturannya adalah sebagai berikut: setiap profesi akan diwakili oleh seorang pembicara terkenal. Pembicara itu harus memanjat tangga menara dengan cepat dan memberikan pidato yang bagus serta meyakinkan tentang mengapa profesinya adalah yang terpenting di masyarakat modern. Pembicara itu harus tinggal di menara sampai kontes itu berakhir. Pengambilan suara dilakukan dari seluruh dunia melalui internet.

            Konter itu disponsori oleh perusahaan besar dan negara. Kelas profesi yang menang akan memerima penghargaan sosial, sejumlah uang besar, dan subsidi pemerintah. Setelah peraturan dibuat, pertandingan pun dimulai. Wasit kontes itu berteriak : Tempat dibuka!

            Pemanjat pertama adalah perwakilan dari psikiater. Dia menaiki menara itu dan berteriak: “Masyarakat modern akan menjadi pabrik stress. Depresi dan kecemasan adalah penyakit abad ini. Orang telah kehilangan kenikmatan hidup. Banyak yang berusaha bunuh diri. Industri obat anti depresi dan obat penenang telah menjadi industri terpenting di dunia”. Kemudian pembicara itu berhenti sejenak. Kerumunan yang terkejut itu mendengarkan argumentasinya yang meyakinkan dengan sungguh-sungguh.

            Dia menyimpulkan, “Stress akan menjadi suatu kewajaran, sedangkan sehat akan menjadi hal yang tidak umum. Akan menjadi apa manusia tanpa psikiater? Rumah sakit manusia tanpa kualitas hidup apapun! Karena kita hidup di masyarakat yang sakit, saya menyarankan bahwa kami-bersama parapsikolog klinis-mewakili profesi terpenting di masayarakat..”.

            Stadion itu menjadi sunyi senyap. Banyak orang dari kerumunan itu merenung dan  menyadari bahwa mereka tidak bahagia, stress, mengalami ganggguan tidur, bangun masih merasa lelah, mempunyai pikiran yang kacau, dan menderita sakit kepala. Jutaan penonton menahan suara mereka. Psikiater itu kelihatannya tak terkalakan.

            Kemudian wasit berteriak: “Tempat dibuka!”. Tebak siapa yang kemudian naik? Perwakilan hukum-hakim dan promotor-yang naik. Dia menaiki tangga yang lebih tinggi dan dengna sikap menantang menyampaikan kata-kata yang membuat pendengarnya terguncang. “Perhatikan daftar kekerasan! Daftar itu tidak pernah berhenti bertambah. Penculikan, perampokan dan pelanggaran lalu lintas mengisi halaman-halaman koran. Keagrasifan di sekolah, kekerasan pada anak, dan diskriminasi sosial dan rasial adalah bagian dari rutinitas kita. Manusia mencintai hak mereka, tetapi membanci tanggung jawab mereka”.

            Para pendengar menganggukkan kepala tanda setuju dengan argumentasinya. Kemudian, dia menjadi makin meyakinkan. “Penjualan obat menghasilkan uang sebanyak penjualan bensin. Kita tidak dapat menghancurkan kejahatan yang terorganisir. Jika anda ingin merasa aman, kunci diri anda dalam rumah karena kebebasan adlah milik si penjahat. Tanpa hakim dan promotor masyarakat akan jatuh. Karena itu saya nyatakan-dengan dukungan pasukan polisi- bahwa kami adalah kelas profesi terpenting di masyarakat”.

            Semua orang tida bisa berkata apa-apa mendengar kata-kata tersebut. Kata-kata itu mengusik telinga dan mambakar jiwa, tetapi kelihatannya sudah tak tersaingi lagi. Kembali kesunyian datang, kali ini lebih lama. Kemudian, wasit dengan keringat dingin berkata: “Tempat sekali lagi dibuka!”

            Siapa yang menjadi pemanjat kali ini? Dia adalah perwakilan angkatan bersenjata, yang dengan suara lantang dan tanpa membuang-buang waktu berkata: “Manusia membenci nilai kehidupan. Mereka membunuh satu sama lain karena sebab yang sangat kecil. Terorisme membunuh ribuan orang. Perang komersial membunuh jutaan orang dengan rasa lapar. Spesies manusia telah terpecah menjadi lusinan suku. Negara hanya akan dihargai dari ekonomi dan angkatan bersenjatanya. Jika menginginkan kedamaian, anda harus bersiap perang. Kekuatan ekonomi dan militer, bukan dialog, adalah faktor penyeimbang dalam dunia yang palsu”.

            Kata-katanya mengejutkan para pendengar, tetapi tak terbantah. Dia kemudian menyimpulkan: “Tanpa angkatan bersenjata, tidak ada keamanan. Tidur akan menjdai mimpi buruk. Kare aitu saya nyatakan, entah anda setuju atau tidak, bahwa orang-orang di angkatan bersenjata bukan hanya kelas profesi terpenting, tetapi juga yang paling berpengaruh”. Jiwa para pendengar membeku, mereka semua terkejut.

            Argumentasi ketiga pembicara sangat kuat. Masyarakat menjadi kacau.oarang dari seluru dunia merasa bingung dan tidak tahu harus memilih yang mana: apakah harus memenangkan satu pembicara atau menangisi krisis umat manusia.

            Tidak ada lagi yang berani memanjat menara itu. Siapa yang akan mereka pilih? Ketika semua orang berpikir bahwa pertandingan telah berakhir, mereka bisa mendengar percakapan di kaki menara. Siapa yang sedang bercakap-cakap?

             Kali ini adalah guru. Ada sekelompok guru TK, SD, SMP, SMA, dan dosen. Mereka bersandar di dinding menara dan memeluk sejumlah orang tua. Tak ada yang tahu apa yang sedang mereka lakukan. Kamera TV memusatkan perhatian kepada mereka dan menayangkannya di layar besar. Wasit meneriaki salah seorang dari mereka untuk naik ke menara. Mereka menolak.

            Sang wasit memancing mereka, “Selalu ada pengecut dalam sebuah perdebatan”. Suara tawa bergemuruh dalam stadion itu. Orang-orang menertawakan orang tua dan guru.  Ketika semua orang berpikir bahwa mereka lemah, guru-guru itu dengan dorongan orangtua, mulai memperdebatkan dasar ide mereka. Mereka semua terwakilkan.

            Salah seorang guru melihat ke atas dan berkata kepada perwakilan psikiater, “Kami tidak berharap menjadi lebih penting dibanding anda. Kami hanya ingin bisa mendidik emosi murid, membentuk remaja yang bebas dan bahagia sehingga tidak sakit dan tidak perlu untuk anda obati”. Sebuah pukulan langsung ke perwakilan psikiater.

            Kemudian, guru dari sisi kanan memandang ke perwakilan hukum dan berkata, “Kami tidak akan pernah berpura-pura menjadi lebih penting dibandingkan dengan hakim dan promotor. Kami hanya berharap bis amemperkuat kecerdasan remaja sehingga mereka bis amencintai seni berpikir dan belajar kemuliaaan hak asasi manusia serta tnaggung jawab, sehingga tidak akan duduk di kursi terdakwa”. Sang perwakilan hukum menggoyangkan kaki.
           
Guru lain di sisi kiri menara terlihat malu, memandang perwakilan tentara dan berkata dengan puitis, “Guru-guru di dunia tidak punya keinginan menjadi lebih penting atau lebih kuat dibandingkan anggota angkatan bersenjata. Kami hanya berharap  menjadi lebih penting di hati anak. Kami ingin membimbing mereka untuk mengerti bahwa manusia bukan hanya nomor dari sebuah kerumunan, tapi makhluk yang tak dapat digantikan, aktor yang unik di panggung kehidupan manusia”.
           
Guru ini berhenti sejenak, kemudian menambahkan, “Dengan cara ini, mereka akan jatuh cinta pada kehidupan dan ketika memegang kendali dalam masyarakat, mereka tidak pernah memulai perang, entah perang fisik yang menumpahkan darah atau perang dagang yang mengambil keuntungan tinggi. Kami percaya bahwa dalam menyelesaikan konflik, yang lemah menggunakan kekerasan, sedangkan yang kuat mengggunakan dialog. Kami juga percaya bahwa hidup adalah karya besar Tuhan, suatu keindahan yang tidak seharusnya diinterupsi oleh kekerasan manusia.”
           
Para orang tua sangat gembira dengan kata-kata ini. Namun sang perwakilan hukum hampir terjatuh dari menara. Anda dapat mendengar suara jarum yang jatuh di tengah kerumunan. Dunia menjadi bingung. Orang-orang tidak menyangka bahwa seorang guru sederhana-yang tinggal di sebuah dunia rung kelas yang kecil-bis abegitu bijaksana. Pidato guru itu mengejutkan pimpinan acara.

            Melihat perdebatan itu mulai kacau, wasit dengan sombong berkata, “Pemimpi!! Kalian hidup diluar kenyataan!”. Seorang guru yang sensitif dan tanpa rasa takut berteriak, “Jika kita berhetni bermimpi kita akan mati!”

            Mereka yangmasih berada di ats menara mengambil kesempatan dan salah seorang pembicara bertindak lebih jauh-masih dengan tujuan melukai mereka: “Zaman sekarang ini, siapa yang peduli dengan guru? Bandingkan gaji anda dengan gaji profesional lain. Coba lihat, apakah anda berpartisipasi dalam rapat politik yang paling penting. Wartawan jarang berbicara dengan anda. Kepedulian masyarakat terhadap sekolah sangat kecil. Lihat gaji yang anda terima di setiap akhir bulan!”. Seorang guru menatapnya dan berkata dengan tenang, “Kami tidak bekerja hanya demi gaji, tapi bagi kecintaan kami terhadap anak anda dan semua remaja di dunia”.

            Dengan marah pemimpin acara itu berteriak: ”Profesi anda akan punah di masyarakat modern. Komputer akan menggantikan anda! Anda tidak pantas mengikuti kompetisi ini”.

            Kerumunan yang terhasut menjadi berubah pikiran. Mereka mengutuk para guru. Mereka meneriakkan pendidikan virtual. Mereka serempat berteriak, “Komputer! Komputer!Tidak perlu lagi guru!”. Stadion itu dengan gembira mengulang kata-kata ini. Mereka menguburkan guru-guru itu. Para guru tidak pernah merasa sehina itu. Karena merasa terpukul dengan kata-kata itu, mereka memutuskan untuk meninggalkan menara. Anda tahu apa yang terjadi?

            Menara itu runtuh. Tidak ada yang menyangka, tetapi menara itu dibangun oleh para guru dengan bantuan orang tua. Pemandangan tiu mengejutkan. Para pembicara harus dirawat di rumah sakit. Para guru membuat keputusan lain yang tak disangka-sangka. Mereka-untuk pertama kalinya-meninggalkan ruang kelas.

            Orang mencoba menggantikan para guru dengan komputer. Memberi setiap murid satu mesin. Mereka mengggunakan teknik multimedia yang terbaik. Tahukan anda apa yang terjadi?

Masyarakat runtuh. Ketidakadilan dan penderitaan jiwa bertambah dengan cepat. Penderitaan dan air mata meningkat.penjara depresi, rasa takut dan gelisah mengurung sebagian besar populasi. Kekerasan dan kejahatan berlipat ganda. Kehidupan manusia-yang sudah sangat sulit-menjadi tak tertahankan. Umat manusia meratap dalam penderitaan, hal ini membawa resiko kematian.

Dengan takut akhirnya mereka mengerti bahwa komputer tidak dapat mengajrakan kebijaksanaan, solidaritas, dan cinta aka kehidupan. Belum pernah terpikir oleh mereka bahwa guru adalah landasan segala profesi serta mempertahankan semua yang terpandai dan tercerdas diantara kita. Mereka mendapati bahwa setitik cahaya yang memsuki masyarakt kita datang dari hati guru dan orang tua yang dengan susah payah mendidik serta mengajar anak-anak mereka.

Mereka mengerti bahwa masyarakat hidup melewati malam yang panjang dan suram serta bahwa ilmu pengetahuan, politik, dan uang tidak dapat memperbaikinya. Mereka sadar bahwa harapan atas senja yang indah terletak pada setiap ayah, ibu, dan guru- bukan pada psikiater, ahli hukum, militer dan wartawan. Tak peduli apakah orang tua hidup di istana atau rumah kumuh, atau apakah guru mengajar di sekolah yang mewah atau miskin, mereka adalah ahrapan dunia.

Menghadapi hal ini, para politikus, perwakilan kelas profesional, dan pengusaha mengadakan rapat dengan guru di setiap kota di setiap negara. Mereka mengakui telah berbuat salah melawan pendidikan. Mereka meminta maaf dan memohon para guru tidak meninggalkan anak. Kemudian mereka membuat janji besar. Mereka sepakat bahwa separuh dari anggaran utnuk pembelanjaan senjata pasukan polisi, dan industri obat penenang serta anti depresi akan diinvestasikan ke dalam pendidikan. Harga diri guru akan diperbaiki dan mereka berjanji akan menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga setiap anak di dunia dapat dibesarkan dengan makanan untuk pertumbuhan tubuh dan pengetahuan uantuk jiwa. Tidak akan ada anak yang tidak bersekolah.

Para guru menangis, mereka merasa terharu dengan janji itu. Selama berabad-abad, mereka telah menunggu agar masyarakat terbangun dari drama yang sedang dialami dunia pendidikan. Sayangnya, mereka hanya terbangun saat penderitaan sosial telah mencapai tingkat yang tak tertahankan. Namun karena selalu bekerja sebagai pahlawan tanpa nama san selalu mencintai setiap anak, remaja, serta kaum muda, mereka memtuskan untuk kembali ke ruang kelas dan mengajrai setiap murid cara belajar melintari perairan emosi.

Untuk pertama kalinya masyarakat menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Lampu sudah bersinar lagi setelah badai panjang. Setelah sepuluh tahun hasilnya terlihat, setelah dua puluh tahun mereka terkejut.

Kaum muda tidak lagi menyerah pada kehidupan. Tidak ada lagi bunuh diri. Penggunaan obat terlarang berkurang sedikit demi sedikit. Anda hampir tidak pernah mendengar soal kekerasan. Lalu bagaimana dengan diskriminasi? Apa itu? Tida ada lagi yang bisa mengingat apa itu diskriminasi. Orang kulit putih dengan penuh kasih sayang memeluk orang kulit hitam. Anak yahudi menginap di rumah anak palestina. Rasa takut telah mencair.

Penjara berubah menjadi museum. Polisi menjadi penyair. Kantor psikiater kosong. Psikiater menjadi pengarang. Hakim menjadi pemusik. Promotor menjadi filsuf. Lalu bagaimana dengan yang lain secara umum? Mereka menemukan wanginya bunga, mereka belajar cara mengotori tangan untuk menanamnya.

Bagaimana dengan koran dan saluran televisi di dunia? Apa yang mereka laporkan, apa yang mereka jual? Tidak ada lagi gesekan antarmausia dan air mata. Mereka menujual mimpi dan mengumumkan harapan...

Kapan cerita ini akan terwujud? Jika kita semua memimpikan impian ini, suatu hari nanti, hal ini bukan semata impian.....semoga.

(Diambil dari Brilliant Parents Fascinating Teachers karya Augusto cury)